Apa Sih POP Itu?
POINT OF PURCHASE
Apa itu POP ?
Menurut Shimp dalam Fandy Tjiptono, Gregorius Chandra dan Dedi Adriana (2008) komunikasi Point of Purchase (POP) adalah elemen promosi seperti pajangan, poster, petunjuk/tanda, dan berbagai materi promosi lainnya dalam toko yang dirancang untuk memengaruhi pilihan pelanggan pada momen pembelian.
Menurut Fill dalam Fandy Tjiptono, Gregorius Chandra dan Dedi Adriana (2008), tujuan utama Point of Purchase adalah mengarahkan perhatian konsumen dan menstimulasi mereka agar membeli produk tertentu. Tujuan ini mencakup peningkatan trials dan penjualan melalui usaha menarik perhatian konsumen pada produk dan merek tertentu di dalam toko dan mendidik konsumen mengenai seluk-beluk produk.
Point Of Purchase adalah kegiatan untuk menampilkan produk di tempat-tempat strategis di sebuah toko dengan tujuan untuk menarik perhatian konsumen terhadap merek suatu produk.
Promosi penjualan merupakan salah satu jenis komunikasi yang sering dipakai oleh pemasar. Sebagai salah satu elemen bauran promosi, promosi penjualan merupakan unsure penting dalam kegiatan promosi produk, (Sutisna, 2003:229).
Sebagai salah satu bentuk aktivitas sales promotion, diplay dapat berfungsi sebagai alat untuk mengkomunikasikan suatu produk dengan cara memanjang beragam produk yang akan dijual lewat penyajian menarik, Buchari Alma (2002:189)
POP DISPLAY
Display adalah keinginan membeli sesuatu, yang tidak didorong oleh seseorang tapi didorong oleh daya tarik, atau oleh penglihatan ataupun oleh perasaan lain.
Point of purchase atau yang lebih sering disebut POP display adalah material marketing dan periklanan yang ditempatkan persis di dekat merchandise yang sedang dipromosikan.
POP display adalah suatu area yang didesain khusus untuk menangkap perhatian konsumen potensial. POP display akan memberikan highlight kepada produk dan menarik perhatian konsumen kepada produk tersebut, yang tentunya adalah hal penting dalam dunia retail. Secara umum POP display berada di dekat pintu keluar atau di area lain yang sekiranya banyak keputusan membeli akan diambil di area itu
Berdasarkan definisi diatas, dapat diambil inti dari pengertian display, yaitu diplay merupakan suatu usaha dari penempatan produk yang akan dijual dekat atau pada titik penjualan, jadi fungsi Point of Purchase adalah untuk menarik perhatian konsumen agar para pembeli mudah mengamati, memeriksa dan memilih barang-barang tersebut dan akhirnya melakukan pembelian.
Ciri - Ciri Point Of Purchase
Ciri - Ciri Point Of Purchase dibedakan menjadi exterior display, window display, interior display. Interior display adalah display yang ditempatkan dalam ruangan dengan maksud untuk meningkatkan penjualan sekaligus memberikan kemudahan berbelanja bagi pelanggan.
Menurut Terence A. Shimp (2003:321) interior display terbagi atas assortment display, display point of purchase, dan fashion display. Point of Purchase Display disediakan oleh produsen untuk mempromosikan produknya ditempat penjualan retailer. Point of Purchase Display dapat digunakan untuk menarik perhatian pelanggan, memberikan informasi mengenai suatu produk, menimbulkan minat dan keinginan pelanggan untuk melakukan keputusan pembelian.
Komunikasi POP
Komunikasi Point of Purchase Sunyogo (2013) menjelaskan bahwa Point-of-Purchase dalam dunia ritel sendiri memiliki beberapa fungsi, antara lain:
1. Memberi Informasi (informing) Merupakan fungsi komunikasi P-O-P yang paling mendasar. Tanda-tanda, poster, display, serta material P-O-P lainnya memberi sinyal pada konsumen menuju item-item spesifik dan menyediakan informasi yang mungkin bermanfaat. Display bergerak secara khusus efektif untuk tujuan ini. Display bergerak meskipun biasanya lebih mahal daripada display statis, mewakili suara investasi bisnis karena display tersebut secara signifikan menarik level-level perhatian yang lebih tinggi dari orang-orang yang berbelanja.
2. Mengingatkan (reminding) Mengingatkan konsumen atas merek-merek yang sebelumnya telah mereka pelajari melalui media elektronik, cetak, atau media iklan lainnya. Peran pengingat ini melengkapi tugas yang telah ditampilkan oleh iklan sebelum konsumen memasuki toko.
3. Mendorong (encouraging) Mendorong konsumen untuk membeli barang atau merek tertentu adalah fungsi ketiga P-OP. Material P-O-P cukup efektif mempengaruhi pemilihan produk serta merek pada poin pembelian dan mendorong rangsangan pembelian.
4. Merchandising Fungsi merchandising perencanaan program penjualan, termasuk riset, pengemasan, periklanan, dan promosi lainnya untuk menciptakan permintaan yang besar terhadap suatu produk disajikan saat display poin-pembelian memungkinkan pengecer untuk memanfaatkan lantai ruangan secara efektif serta memicu penjualan eceran dengan mendampingi konsumen dalam penyeleksian produk serta merek.
Discount
Discount sangat penting ditampilkan dalam membuat POP karena dapat memberi pesan ketertarikan pada konsumen. Menurut Kotler dan Amstrong (2015), diskon yaitu pengurangan harga yang diberikan kepada konsumen untuk pembayaran cepat atau atas promosi yang dilakukan oleh provider itu sendiri. Sutisna (2002:302) potongan harga adalah pengurangan harga produk dari harga normal dalam periode tertentu.
Menurut Sutisna (2002:303) tujuan pemberian potongan harga (discount) adalah:
1. Mendorong pembelian dalam jumlah besar.
2. Mendorong agar pembelian dapat dilakukan dengan kontan atau waktu yang lebih pendek.
3. Mengikat pelanggan agar tidak berpindah ke perusahaan lain.
Store Atmosphere
Penciptaan suasana (atmospherics) berarti desain lingkungan melalui komunikasi visual, pencahayaan, warna, audio (music atau bunyi-bunyian, dan wangi-wangian untuk merangsang respons emosional dan persepsi pelanggan dan untuk memengaruhi pelanggan dalam membeli barang
Menurut Utami (2010), penciptaan suasana untuk menimbulkan impulse buying konsumen dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:
1. Komunikasi Visual Komunikasi visual yang terdiri atas grafik, papan tanda, efek panggung, baik di toko dan di jendela toko membantu meningkatkan penjualan dengan memberikan informasi tentang produk dan menyarankan pembeli barang.
2. Pencahayaan Pencahayaan toko bukan merupakan hal yang sederhana. Pencahayaan digunakan untuk memberikan sorotan (highlight) pada barang dagangan. Pencahayaan toko yang baik akan memengaruhi keinginan pelanggan untuk berbelanja
3. Warna Penggunaan warna yang kreatif bisa meningkatkan kesan ritel dan mebantu menciptakan suasana hati.
4. Musik Banyak keputusan membeli yang didasarkan pada emosi, dan bau memiliki dampak yang besar pada emosi konsumen. Bau, lebih dari indera yang lainnya, adalah penentu perasaan gembira, kelaparan, jijik, dan nostalgia. Penelitian menunjukkan bahwa wangiwangian memiliki dampak positif pada pembelian dan kepuasan pelanggan.
Tips dalam penggunaan POP :
1. Membuat desain point of purchase yang menarik ketika akan memasangnya, dan memperhatikan bagiamana penataan yang baik dan menarik agar konsumen tertarik tetapi dengan mudah mengambil produknya, menempatkan posisi point of purchase di tempat yang strategis dimana banyak konsumen lalu lalang dan mudah diperhatikan, selain itu informasi yang terdapat di point of purchase dapat diberi tambahana atau diperbaiki untuk menambah informasi yang dirasa penting untuk konsumen.
2. Memperhatikan bentuk discount yang ditampilkan, frekuensi pemberian diskon diawal bulan dimana sedang banyak-banyaknya konsumen berbelanja, dan ketepatan waktu pemberian diskon diperhatikan sesuai dengan kebutuhan konsumen disaat memiliki banyak kebutuhan. Penting: salah menampilkan discount yang sebenarnya dimaksud agar menarik pembeli malah justru berakibat fatal karena diinggap produk yang tidak laku atau kadarluawarsa.
3. Pencahayaan di dalam gerai di perhatikan dititik mana yang perlu diberi penerangan lebih, musik yang diputarkan terdengar nyaman untuk konsumen walaupun dari berbagai kalangan, pengelompokan produk mempermudah konsumen dalam berbelanja, kesejukan udara di dalam gerai di perhatikan agar saat kondisi swalayan sangat ramai konsumen tidak merasa gerah maupun saat lengang konsumen tidak kedinginan, cat ruangan gerai dibersihkan dan diperhatikan warnanya, kebersihan di dalam gerai selalu terjaga jangan sampai banyak sampah atau kotoran yang ada di sekitaran gerai, penataan produk dijaga agar selalu rapi dan mudah diambil konsumen, ruang gerak lorong atau gerai dibuat lebih leluasa dengan memperhaikan tidak terlalu banyak halangan saat berjalaan, dan keramahan pelayan dapat ditingkatkan untuk membantu konsumen dalam berbelanja.
Jenis-Jenis Display POP
Display point of purchase (POP) dapat dibagi menjadi berbagai jenis berdasarkan masa pakai dan posisinya di dalam toko. Berbagai jenis tampilan POP memiliki penggunaan yang berbeda dan dapat dimanfaatkan oleh merek sesuai dengan kebutuhannya.
Berikut ini merupakan jenis-jenis display POP yang sering digunakan oleh para pemasar:
A. Jenis Display POP Berdasarkan Umur
Menurut umurnya, display POP dapat dikategorikan ke dalam tiga subkategori berikut:
1. Sementara
Tampilan POP sementara dirancang untuk bertahan dalam waktu singkat. Mereka biasanya menampilkan promosi atau diskon musiman dan dapat dengan mudah diganti setelah jangka waktu tertentu. Mereka sebagian besar terbuat dari bahan murah dan relatif lebih murah.
Karena tampilan seperti itu lebih terjangkau, merek dapat dengan mudah menukarnya dengan tampilan baru dan mempertahankan kreativitas tanpa banyak investasi. Papan nama sederhana adalah dua contoh tampilan sementara.
2. Semi Permanen
Juga dikenal sebagai display sekunder atau display off shelf, display semi permanen dirancang untuk bertahan lebih lama daripada display sementara.
Mereka biasanya berlangsung dari 6 bulan sampai satu tahun. Mereka terbuat dari bahan seperti kaca atau karton berat dan dengan demikian diperlukan biaya yang lebih tinggi.
3. Permanen
Tampilan permanen dibuat untuk bertahan setidaknya 1 hingga 3 tahun. Ini biasanya dirancang menyerupai toko di dalam toko. Mereka terbuat dari bahan yang tahan lama dan membutuhkan investasi yang lebih tinggi.
B. Jenis Display POP Berdasarkan Posisi
Menurut posisinya, tampilan POP dapat dikategorikan ke dalam subkategori berikut:
1. Danglers
Danglers adalah salah satu tampilan POP paling umum yang digunakan oleh merek untuk menarik pelanggan.
Mereka adalah papan nama yang digantung di langit-langit toko, sering digunakan untuk mengedukasi pelanggan tentang kualitas merek dan diskon, penjualan, atau promosi lainnya.
2. End Caps
End caps adalah display POP yang ditempatkan di ujung lorong. Mereka memberikan visibilitas ekstra dan lokasi utama untuk produk karena pelanggan dapat melihatnya bahkan tanpa pergi ke lorong.
Tampilan end caps yang kreatif membantu menarik pelanggan dan lebih jauh lagi membangun citra merek.
3. Freestanding Display
Freestanding display adalah pajangan menarik yang memungkinkan perusahaan menempatkan produk mereka di mana saja di toko. Merek dapat menjadi kreatif dan mencoba merancang tampilan berdiri bebas yang inovatif seperti versi raksasa dari produk mereka.
4. Shelf Talkers
Shelf talkers adalah gantungan tag atau tanda yang ditempatkan di dekat produk di rak lorong. Tag ini membuat produk menonjol di dalam lorong dan mengedukasi pelanggan tentang kualitas produk dan nilai yang diberikannya.
Shelf talkers harus berwarna-warni, menarik perhatian, dan menonjolkan kualitas produk dalam satu atau dua baris. Beberapa pembicara rak juga menyertakan promosi, diskon, dan kupon yang selanjutnya mendorong pelanggan untuk membeli produk.
5. Interactive Display
Merek dapat menggunakan teknologi untuk lebih meningkatkan pengalaman berbelanja di dalam toko bagi pelanggan dan mendorong mereka untuk membeli produk mereka.
Display seperti itu bekerja lebih baik daripada tampilan POP biasa. Mereka mendorong pelanggan untuk terlibat dan berinteraksi dengan merek daripada hanya memberi tahu mereka tentang kualitas produk tertentu.
Salah satu contohnya misalnya kios jaket Campaign Outdoors. Merek tersebut menempatkan kios jaket setinggi 6 kaki di tengah tokonya, memungkinkan pelanggan untuk mendesain jaket sendiri.
Kios pertama-tama mengizinkan pelanggan untuk mencoba jaket dan kemudian menuju ke monitor di mana mereka dapat membuat berbagai perubahan pada warna, ukuran, dan desain produk.
6. Dump Bins
Dump bins adalah display POP yang digunakan untuk produk kemasan kecil seperti permen atau cokelat. Karena dump bins berdiri sendiri, mereka berguna dalam menarik pelanggan saat berbelanja melalui toko.
Mereka juga dapat ditempatkan secara strategis sehingga dapat dilihat atau berinteraksi dari semua sudut.
7. Floor Graphics
Menggunakan floor graphics atau grafik lantai adalah cara lain merek mencoba menarik perhatian pada produk mereka. Grafik lantai yang unik dan kreatif yang ditempatkan di depan produk dapat membantu merek membedakan produk mereka dari barang serupa lainnya di lorong.
Misalnya, display dari produk tertentu yang mmembuat pajangan lantai yang bagus karena kreatif dan ditempatkan secara strategis tepat di depan produk merek untuk menarik dan mendorong pelanggan melakukan pembelian.








Komentar
Posting Komentar