Bab 1. Apa Itu Computational Thinking?
Video Materi ada dibawah ini :
https://drive.google.com/file/d/1XtY3sXu8rdsvQs3Q7rLp42FTcwyHKeGQ/view?t=1&pli=1
Tujuan.
Peserta didik dapat mengetahui alasan kita perlu Computational Thinking
Peserta didik dapat mengetahui apa itu Computational Thinking
Perlengkapan.
Modul 1. Apa Itu Computational Thinking
Materi.
Alasan kita perlu Computational Thinking?
Sebuah studi yang diselenggarakan oleh OICD, atau Organization for Economic Co-operation and Development. Survei ini dilakukan secara internasional untuk mengetahui tingkat literasi dasar dari siswa usia lima belas tahun. Soal tes yang diberikan mencakup pada membaca, matematika, dan sains. Survei ini dilakukan setiap 3 tahun sekali, data skor PISA (Program for International Student Assessment) bisa kita lihat di bawah.
Skor PISA kita dari tahun 2018-2022
Menurut skor PISA di atas, nilai kemampuan rata-rata anak-anak di Indonesia menurun pada tahun 2022 dibandingkan dengan tahun 2018, meskipun peringkat kita meningkat sebanyak 5-6 posisi. Dampaknya adalah keahlian dasar tenaga kerja di Indonesia menjadi sangat rendah. Jika kita bandingkan keahlian tenaga kerja lulusan pendidikan tinggi, universitas setara dengan lulusan SMA di Denmark.
Gambar 1.2 Diagram communication skill berdasarkan unesco
Yang kedua, berdasarkan diagram UNESCO, skill dasar komunikasi manusia dimulai dari skill berpikir, dilanjut komunikasi secara oral yang terdiri dari mendengarkan dan berbicara. Lalu, di tingkat selanjutnya adalah literasi yang terdiri dari membaca, menulis, berhitung, dan skill basic lainnya. Lalu, dilanjut dengan ICT Skills. Teknologi skill atau media literasi menggunakan teknologi digital, menggunakan alat-alat komunikasi, jaringan, dan lain sebagainya. Lalu, di tingkat terakhir yaitu informasi literasi. Ini semuanya kemampuan komunikasi dasar manusia ini diawali dengan skill reasoning atau skill berpikir, dan ini juga berpengaruh ke kemampuan computational thinking. Semakin tinggi tingkatannya, dan semakin bagus computational thinking kita, maka kemampuan kita untuk berpikir dan berkomunikasi semakin baik.
Diagram Higher Order Thinking Skills.
Skill dalam berkomunikasi sangat berhubungan erat dengan cara kita berpikir, dan kemampuan dalam berpikir juga ada tingkatannya. Jika kita lihat dari diagram di atas, pada tingkatan rendah kemampuan berpikir paling dasar adalah remembering, yaitu bagaimana kita mengingat. Yang kedua adalah understanding, yaitu bagaimana kita memahami. Dilanjut dengan applying, yaitu bagaimana cara kita mengaplikasikannya. Pada tingkatan tinggi, ada analyzing, yaitu bagaimana cara kita memecah informasi menjadi bagian terkecil. Dilanjut dengan evaluating, yaitu bagaimana cara kita mengevaluasi informasi. Pada tingkatan terakhir, yaitu creating, bagaimana cara kita menghasilkan ide baru. Itulah mengapa kita memerlukan kemampuan Computational Thinking dan diharapkan menjadi skill dasar bagi seluruh masyarakat, mulai dari anak kecil sampai dengan orang dewasa.
Apa Itu Computational Thinking?
Computational Thinking adalah proses berpikir yang terjadi saat kita memformulasikan sebuah persoalan dan berstrategi untuk menentukan atau memilih solusi yang efektif, efisien, dan optimal. Jadi cara kita memproses pikiran kita saat memformulasikan persoalan, mencari akar permasalahan, mencari solusi, dan berstrategi terhadap solusi tadi sehingga solusinya tidak cuma efektif, naik jadi efisien. Cara berfikir ini melibatkan problem solving, dan algoritma.
Contohnya seorang mahasiswa memiliki berbagai kegiatan harian, seperti perkuliahan, pertemuan kelompok, dan waktu studi pribadi. Anda ingin membuat jadwal harian yang optimal untuk memastikan bahwa semua kegiatan dapat diselesaikan tanpa mengganggu kegiatan yang lain. Langkah pertama identifikasi kegiatan yang prioritas dan mengatur waktu, seperti perkuliahan, pertemuan kelompok, dan waktu studi. Lalu pecah kegiatan tersebut menjadi bagian terkecil contohnya pada pertemuan kelompok, anggota kelompok mahasiswa yang bekerja sama dalam suatu proyek. Anda memiliki pertemuan kelompok yang perlu diorganisir untuk memastikan bahwa setiap anggota terlibat dan proyek berjalan dengan lancar.
Beberapa contoh tadi, kita bisa lihat bahwa ketika kita memasukkan computational thinking itu, kita bisa mencari solusi yang lebih tepat, lebih efisien, dan lebih optimal. Walaupun. Mungkin kita sudah melakukan semua hal ini dan tidak merasa kalau kita sudah melakukan computational thinking sejak lama, tapi dengan kita tahu kita jadi akan lebih bisa mengasah lagi computational thinking nya agar solusinya bisa lebih efisien dan optimal. Computational Thinking mendorong kita untuk:
Bisakah sebuah persoalan itu diselesaikan dengan lebih mudah oleh manusia atau komputer?
Apakah ada pola dengan masalah dihadapi dan masalah serupa yang pernah dialami sebelumnya?
Bagaimana sebuah data bisa kita susun sedemikian rupa untuk menyelesaikan masalah?
Langkah-langkah runut yang dapat kita gunakan untuk menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi?
Seperti apa strategi komputasi yang bisa kita gunakan?
Apa saja keterbatasan, kompromi, dan kendala yang dihadapi untuk menyelesaikan permasalahan kita?
Pertanyaan diatas sering kita digunakan saat kita melakukan proses berpikir computational thinking.
Bagaimana cara melatih Computational Thinking?
Setiap aktifitas yang kita lakukan sehari – hari tanpa kita sadari memiliki pola pengerjaan tertentu. Melakukan suatu pekerjaan dengan pola tertentu dan memecah masalah menjadi bagian kecil adalah salah satu contoh melatih computational thinking. Ada beberapa cara untuk melatih computational thinking yaitu dengan :
Problem Solving sebaiknya kita latih mulai dari kecil, bisa kita latih dengan menjawab soal-soal yang telah dibuat, juga dapat menerapkan pendekatan algoritma dalam memecahkan masalah, dan kita juga bisa menggunakan metode trial and error untuk menemukan solusi yang efektif. Untuk contoh lebih banyaknya dapat mengunjungi website www.bebras.org.
Analisis Data contohnya kita memiliki dataset penjualan bulanan yang mencakup total penjualan (dalam unit atau nilai uang) untuk setiap bulan selama setahun terakhir. Lalu kita identifikasi penjualan bulanan, lalu bandingkan dengan penjualan bulan lalu, apakah ada peningkatan atau penurunan. Lalu dokumentasikan temuan anda dan kesimpulan dari analisis yang telah dilakukan.
Modeling dan simulasi, Model adalah menggambarkan sifat-sifat, interaksi, dan karakteristik dari suatu entitas atau fenomena tertentu. Simulasi adalah penerapan model tersebut untuk mensimulasikan perilaku sistem atau proses tersebut.
Programming dapat melatih cara berpikir computational thinking. Karena terlibat dengan algoritma secara langsung, dan mengimplementasikan solusi dengan code yang memerlukan pemikiran login dan langkah-langkah terstruktur.
Reference.
Siti Sarah Jauhari, “Peringkat PISA 2022 Indonesia Meningkat Meski Alami Penurunan Skor”,
Iveta Rahmalia, “serba-serbi-higher-order-thinking-skill-atau-kemampuan-analisis-tinggi-yang-bisa-tingkatkan-kemampuan-belajar”



Komentar
Posting Komentar